Sungguh-Sungguh Terjadi Kedaulatan Rakyat (SST KR) Edisi 15-21 Februari 2016

Buat penggemar SST KR, nih Mbah kasih kumpulan Sungguh-sungguh Terjadi Kedaulatan Rakyat selama sepekan edisi 15-21 Februari 2016.

Selamat menikmati !

SST KR

Senin, 15 Februari 2016
Penjual buah di Madinah, Arab Saudi, suka berteriak-teriak menawarkan dagangannya. Ketika itu, ada orang Indonesia beli apel satu kilogram dan minta agar ditimbang. Tapi penjual tak punya timbangan dan mengatakan 6 apel beratnya 1 kilogram. Setelah itu, jika ada orang beli pisang, jeruk dan buah lainnya, setiap beli 1 kilogram, selalu diberi 6 buah. Pokoknya, buah apapun asal jumlahnya 6 biji beratnya 1 kilogram.
(Isnaini Fitriyati, Yogyakarta)

Selasa, 16 Februari 2016
Tikus besar dan kecil ternyata takut semut. Ini dibuktikan oleh warga Bandungan, Ungaran, yang menebar gula di lubang yang menjadi sarang tikus, sehingga lubang dipenuhi semut. Sejak itu tak ada tikus yang kembali ke sarangnya.
(Reki Eko Rohdiyanto, Ungaran)

Rabu, 17 Februari 2016
Walang sangit sering bikin pusing petani. Tapi seorang petani di Seyegan, Sleman, tiap hari cari yuyu yang kemudian dibuka cangkangnya dan ditusuk pakai bambu. Terbukti walang sangit lebih suka mengerubuti bangkai yuyu ketimbang merusak butiran padi. Konon, untuk 1.000 meter persegi butuh puluhan sunduk yuyu.
(Triwahyono, Sleman)

Kamis, 18 Februari 2016
Saat keluar dari sebuah bank di Parakan, Temanggung, seorang ibu menjerit karena ada lebah masuk ke bagian dada bajunya. Satpam yang mau menolong pun kebingungan, karena tidak mungkin merogohkan tangan untuk mencomot lebah. Diperkirakan lebah masuk lantaran baju ibu tersebut bermotif bunga-bunga.
(Siswidiadi Ngestu, Temanggung)

Jum’at, 19 Februari 2016
Seorang pemuda yang bekerja di Lembaga Bimbingan Belajar Neutron, Kebumen, saat leyeh-leyeh ditawari seorang pengusaha untuk bisnis trading dengan modal Rp 100 juta. Yang ditawari cuma mendengarkan tanpa komentar, karena dia hanya ‘office boy’ alias tukang sapu, yang mungkin dikira bos.
(Mujiono, Kebumen)

Sabtu, 20 Februari 2016
Kontrakan habis, sebuah keluarga di Kalasan Sleman cari kontrakan lain. Untuk meringkas barang-barang, sepeda BMX milik anaknya dijual di sebuah toko di Demangan, Yogya. Beberapa minggu kemudian ada seorang bapak membeli sepeda itu untuk anaknya. Pihak toko kasih info asal-usul sepeda itu, dan pembeli akhirnya tersenyum, karena sepeda yang ia beli dulunya milik orang yang rumahnya ia kontrakkan.
(Marfudin Saputra, Sleman)

Ahad, 21 Februari 2016
Pekan lalu, seorang suami di Playen Gunung Kidul puyeng, karena anak kambing yang akan dimandikannya menghilang. Setelah dicari kesana kemari tidak ketemu, ia akhirnya putus asa. Tetapi ketika memasuki ruangan untuk shalat, ia kaget karena anak kambing yang ia cari sedang kongkow-kongkow di sudut peshalatan.
(Endaryati, Gunung Kidul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s